Share

BAB 167 HEARTLESS

Author: sugi ria
last update publish date: 2026-03-07 21:09:53

Bola mata Audrey terbelalak tidak percaya. Dia berdiri dengan tubuh tegang tapi otak membeku. Kakinya berhenti di depan pintu sebuah bangunan dengan plakat tertulis Gedung Tulip lumayan besar.

Bukan namanya yang membuat Audrey tertegun. Tapi keterangan di bawahnya. "Gedung khusus pasien kanker," gumam Audrey dengan jantung merasa tidak nyaman.

"Jadi pacarnya sakit kanker?" Tanya Audrey pada dirinya sendiri.

"Nona ingin menjenguk seseorang?" Satu perawat melihat Audrey berdiri cukup lama di dep
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 204 WE ARE ANOTHER LEVEL

    "Coba kamu pikirkan, apa hubungan mereka. Bukannya Valin itu pacarnya Kian Egan. Dan siapa tadi, Razen Archlight, dia itu asistennya Kian Egan. Kalau aku tidak salah. Tapi Valin malah mesra banget ke dia.""Dia panik sekali tadi."Maria dan Ivone berbincang setelah huru hara di IGD berakhir. Keduanya dapat istirahat satu jam, bergantian dengan yang lain.Andrew dan Alvin belum kembali setelah akhirnya dipanggil naik ke sektor satu untuk membantu operasi Zen."Atau, Valin selingkuh sama si Zen ini." Ivone seperti mendapat pencerahan."Sembarangan kamu. Kalau Kak Valin selingkuh, Kian Egan pasti ngamuk. Apalagi mereka so sweet banget di depan mata. Kalau aku, sudah aku bejek-bejek mereka." Maria menyangkal tudingan sang teman.Ivone terdiam sambil memandang langit-langit kantin rumah sakit. Seolah berpikir. "Rumit. Kisah cinta Valin sejak dulu memang runyam." "Nasib jadi orang cantik dan pintar. Ke mana-mana selalu jadi rebutan. Lihat Xavier sebelum oleng ke Rosalie. Juga Adrian sebelu

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 203 MOVE ON

    Tidak!Hati Valin menolak seketika. Perempuan itu tanpa diduga naik ke atas tubuh Zen. Semua orang menganga melihat tingkah Valin."Valin!" Kian merespon dengan cepat.Namun sebelum ada tindakan lebih lanjut. Tangan Valin telah bergerak, melakukan pacu jantung manual."Razen Archlight, siapa bilang kau boleh mati!""Kau tidak boleh mati!""Tidak, tanpa izinku!""Kau bilang cuma aku yang boleh melukaimu.""Bangun! Aku bahkan baru menembakmu sekali!""Razen Archlight! Aku perintahkan kamu untuk kembali! Kembali kataku!"Gerakan terakhir lebih kepada pukulan dibanding pacu jantung. Valin terengah, tenaganya habis. Tapi monitor tetap tidak berubah.Garis lurus itu masih jadi mimpi buruk bagi Valin. Air mata Valin tumpah di dada Zen. "Bangun, aku bilang bangun," ucapnya dengan tangan terus memukul ringan dada Zen.Tangisnya pecah. Saat itu hanya Kian yang berani mendekat. Yang lain terpaku menyaksikan adegan barusan. Siapa Razen Archlight, lalu apa hubungannya dengan Valin.Kenapa perempu

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 202 SEMUDAH INI

    Sementara itu di sisi lain sektor satu. Kepedihan baru saja meliputi Michele. Perempuan itu diam tanpa menjawab ketika tim dokter mendatanginya."Maafkan kami, Nona. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tuan Hudson tidak bisa kami selamatkan."Vonis itu akhirnya datang juga. Lagi-lagi, orang yang berarti dalam hidupnya pergi. Satu pelukan di lengan membuat Michele sadar dari lamunannya.Dia lantas berkata, "Dokter, mendiang punya wasiat. Jika dia meninggal.""Kamu baik-baik saja?" Audrey setia mendampingi Michele. Wanita tersebut baru berani bertanya setengah jam kemudian. Setelah seluruh prosedur pengurusan kematian Mark Hudson selesai."Siapa yang baik-baik saja saat ditinggalkan."Kalimat Michele menohok sisi lain seorang Audrey. Ditinggalkan, dia juga pernah merasakan hal itu. Namun dia lebih sering meninggalkan dibandingkan ditinggalkan."Lalu rencanamu apa?" "Apalagi yang bisa kulakukan selain melanjutkan hidup.""Maksudku, apa kamu akan pergi lagi?"Michele menghela n

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 201 DOKTER PRIBADI

    "Sebenarnya perasaanmu pada orang itu bagaimana?"Vante bertanya ketika mereka berada di dalam lift. Sang kakak minta mampir ke IGD. Dia ingin bertemu Ivone. Setidaknya untuk memberi kabar. Bukan asal sebut seperti Zen.Valin masih tidak terima dia dibilang kecelakaan. Enak saja. "Malah diam."Senggolan Vante membuat Valin tersadar. Dia menoleh pada sang adik yang setengah memapahnya. Vante benar-benar sehat sekarang. Pemuda itu tumbuh tinggi besar dengan wajah tampan seperti ayah mereka."Bagaimana ya, tidak tahu.""Malah tidak tahu. Kalian tiap hari tidur bersama. Sampai gila-gilaan, masuk rumah sakit lagi. Masak tidak ada rasa sama sekali.""Begituan cuma perlu napsu. Cuma kalau ditambah rasa bakal tambah nikmat. Cuma itu bedanya. Memang kau tidak begitu waktu sama Maria." Valin memiringkan kepala seraya bertanya."Aku cuma main-main, tidak pernah beneran. Lagian dia kalau diajak nikah gak pernah jawab. Diam aja. Bilang iya atau tidak, biar jelas statusku.""Status apa dulu nih?"

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 200 LEDAKAN

    "Vante temani kakakmu pulang. Aku ada misi sore ini.""Misi apa?"Vante tanpa sadar bertanya. Diaa masih terbengong setelah tahu kalau Zen adalah orang yang telah menyelamatkannya setahun lalu."Anak kecil tidak usah tanya."Kekesalan Vante muncul menggantikan rasa hutang budi sebelumnya. Bibirnya tak lupa seketika mengumpat. Sederet makian langsung meluncur. Bibir Vante manyun tapi langkahnya menuntun kembali ke kamar Valin. Ketika dia sampai di sana. Sang kakak sudah siap untuk pulang."Zen ke mana?""Urusan kantor, mendadak. Pulang ayo. Bosan di sini."Vante sesaat terdiam. Jadi Zen tidak memberi tahu Valin kalau dia misi yang pastinya beresiko. Selain itu pasti berhubungan dengan bisnis gelap pria tersebut. Vante mengikuti langkah Valin. Pelan dan sesekali ringisan masih terdengar. "Pakai kursi roda saja.""Tidak mau, kayak pasien sakit parah aja. Kan cuma laparoskopi.""Nyatanya masih begitu. Jalan seperti orang habis operasi sesar. Jangan malu untuk terlihat lemah. Itu wajar,

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 199 AKU MANTANNYA

    "Keadaannya membaik, mungkin nanti sore bisa pulang.""Kapan aku bisa kerja lagi?"Sylus dan Zen saling pandang. Heran dengan pertanyaan Valin."Kenapa kamu ribut mau kerja. Kamu bukan orang yang kurang uang," sanggah Zen."Aku punya tanggung jawab. Aku ingin tahu kamu pakai alasan apa untukku kali ini.""Kecelakaan."Valin melotot mendengar jawaban Zen. "Bisa-bisanya dia menyumpahiku kecelakaan," gerutu Valin langsung di depan suaminya."Kan memang kecelakaan, dia yang nubruk."Uhuk! Valin dan Zen tersedak bersamaan. Sylus benar-benar ngaco.Setelahnya Sylus keluar dari sana. Meninggalkan Valin yang melirik judes pada suaminya.Tak berapa lama Vante masuk. Pemuda itu mendengkus kesal melihat Zen ada di sana."Kenapa? Aku suaminya, aku berhak ada di sini.""Tentu saja. Kau harus bertanggungjawab atas apa yang kau lakukan. Kak, aku bawakaan kamu ini."Valin sumringah melihat buah strawberry Lagoo yang dibawa Vante. Meski makanan di sektor satu seperti restoran dengan anugerah bintang m

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 74 ANCAMAN BERBUAH PETAKA

    "Jangan pura-pura!" Desis Zen dengan kemarahan mencapai ubun-ubun. Dia sendiri tidak tahu kenapa kemunculan putri Albert Quincy membuatnya gusar. Padahal mereka belum pernah bertemu. "Pura-pura soal apa?""Kau yang meminta Amy Lee untuk mengklaim separuh jaringan Excellent Hospital!""Kenal Amy L

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 75 IPAR MAUT

    Dua beradik itu sontak melihat ke depan. Di mana dua mobil memang menghadang taksi mereka. Molly segera mengeong. Hal ini membuat Valin dan Vante saling pandang.Keduanya kompak memandang ke arah dua mobil tadi. Saat itulah dua sosok keluar dari dalam kendaraan mewah itu."Dia? Mau ngapain lagi sih

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 15 OPERASI

    Valin seketika menoleh begitu mendengar kalimat tadi. Matanya memicing curiga, sebelum menyadari kalau orang yang barusan bicara adalah Zen."Tuan, Anda ada di sini?" Tanya Valin coba menguasai diri. Dia gugup, takut juga kesal. Teringat kejadian tadi pagi. Dia lupa melihat Zen di lobi waktu dia ba

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 78 FAKTA MENYAKITKAN

    "Terima kasih atas kerjasamanya, Tuan Archlight."Amy Lee mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Zen. Pria itu ogah-ogahan menyambutnya. Bukannya dia tidak rela menyerahkan separuh EH pada putri Albert Quincy.Tapi yang membuatnya kesal adalah sampai saat akhir. Putri Albert Quincy tidak menunjuk

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status