Home / Mafia / PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA / BAB 161 AKAN MELEDAK

Share

BAB 161 AKAN MELEDAK

Author: sugi ria
last update publish date: 2026-03-05 22:26:25

Zen termenung cukup lama. Dia pandangi Valin yang kembali terlelap. "Salahku apa lagi sekarang. Kenapa kamu bilang benci aku."

Mungkin karena Zen adalah lelaki yang tidak peka, jadi dia bingung sendiri saat harus memahami kemarahan Valin.

Waktu dia menjalin hubungan dengan Audrey. Wanita itu yang memanjakannya. Memperlakukannya bak raja, meski ujung-ujungnya dikhianti juga.

"Aku harus bagaimana?"

"Soal apa?"

Nick mengerutkan dahi saat tengah malam mendapat pesan dari Zen.

"Dia ngamuk padaku."

"
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 312 ZIVAYA AMAREA ARCHLIGHT, MY RE

    Kian. Nama itu memunculkan sensasi aneh di dada Zen. Dia diberitahu kalau pria itu tangan kanannya. Orang kepercayaannya. Namun sekarang ada alarm yang berbunyi kencang di kepalanya.Seolah dia bisa meraba kalau ada sesuatu yang tidak beres soal nama itu. Atau dia cemburu pada Kian."Apa dia salah satu dari mereka yang menyukaimu. Mereka bilang kamu punya banyak penggemar rahasia."Zen mengajukan pertanyaan setelah semua orang pergi. Di sana tinggal dia dan Valin."Kayak dia enggak saja. Yang mengejarmu juga tidak sedikit. Cuma yang agak gila satu. Untungnya sudah diikat sama Yuan."Valin membalas sambil menggendong putrinya setelah selesai menyusu. Perempuan sudah bisa duduk, sudah bisa berjalan meski pelan. Hanya saja Valin masih merasa lemas. Jadinya dia belum banyak bergerak. Kecuali ke kamar mandi.Lagi-lagi Zen dibuat menganga. Apa Valin sejak dulu seseksi itu. Kalau iya, pantas dirinya cinta mati pada sang istri. Siapa juga yang rela berbagi jika Valin memenarik itu.Bersamaan

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 311 VERSI PEREMPUAN DALAM KEMASAN SACHET

    "Untung semua aman."Perkataan Sylus nyaris seperti gerutuan. Dia benar-benar tak habis pikir dengan Zen. Nekad sekali orang itu. Nasib baik tak ada saraf atau otot yang robek saat pria itu memaksakan diri berjalan tanpa bantuan.Yang dimarahi hanya nyengir lebar. Tanpa dosa, tanpa merasa bersalah telah membuat semua orang cemas juga takut.Ditambah dia mengamuk saat Valin dioperasi. Siapa yang tidak makin ngeri waktu melihat atau bertemu Zen."Kan sudah kubilang. Aku bisa.""Buktikan kalau begitu. Tapi memang kamu seharusnya bisa jalan. Orang habis caesar itu pulihnya lama. Gak kayak orang lahiran normal. Dia perlu bantuan buat ngurus anak kalian.""Kata siapa?" Zen menyanggupi tantangan Sylus. Dia perlahan berdiri. Perlu beberapa kali percobaan sampai dia akhirnya bisa melakukannya. Dua staf tampak berjaga di sisi kiri dan kanan Zen. "Kata mereka. Aku tidak tahu, aku belum pernah mengalaminya.""Otewe kalau begitu." Zen meringis ketika merasakan seluruh ototnya meregang karena tin

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 310 MANTAN GADIS

    "Jangan lihat mereka. Pandang saja aku," bisik Zen ketika sayatan pertama Paula lakukan.Tidak ada perih yang terasa. Dokter anastesi melakukan tugasnya dengan baik. Satu-satunya lelaki selain Sylus yang akhirnya diizinkan masuk. Mereka kehabisan waktu, hingga Zen tak punya pilihan selain mengizinkan dokter anastesi pria membantu persalinan Valin.Ruangan itu kemudian hanya diisi oleh suara alat bedah yang bekerja. Bisturi atau pisau bedah/scalpel. Lalu gunting metzenbaum, gunting mayo, pinset, retraktor berurutan digunakan.Hingga ketika bisturi atau scalpel alias pisau bedah kembali digunakan. Banjir langsung terjadi di bawah sana.Ketuban Valin berhasil dirobek. Beberapa klem arteri digunakan untuk mengontrol aliran darah selama fase operasi. Paula dan Sissy sesaat bertatapan. Sebelum dengan perlahan mereka mendapatkannya.Semua orang menahan napas. Ketika tangis kencang memenuhi ruangan itu. Sissy bahkan sampai berkaca-kaca ketika dia menangani bayi cantik bermata biru tersebut.

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 309 BISTURI

    Detik berlalu berubah jadi menit. Menit menjelma jadi jam. Selama itu Zen terus mendampingi Valin yang sedang berusaha menahan kesakitan guna melahirkan anak mereka.Hampir enam jam proses itu berlangsung. Dengan pembukaan tujuh sebagai hasilnya. "Tidak ada masalah bukan?" Sylus kembali bertanya."Tidak ada. Tiap proses melahirkan memang berbeda. Tak semua sama. Sissy bilang, tidak ada masalah waktu pemeriksaan terakhir. Dia sudah mengirimkan hasilnya padaku.""Bahkan USG-nya sampai paling detail. Valin ingat Tristan terlilit tali pusat meski cuma satu lilitan.""Lalu apa masalahnya?" Sylus tampak bingung."Tidak ada. Hanya belum waktunya. Lagi pula kondisi Valin dan bayinya terpantau masih aman. Air ketubannya masih cukup. Masih bagus untuk melindungi bayinya.""Sudah bagus dia lahir sekarang. HPL-nya sudah lewat empat hari. Sissy bilang kasih waktu seminggu. Kalau bayinya belum juga lahir. Terpaksa harus di-SC."Sylus menghela napas. "Sayang sekali Sissy sedang menangani kasus ibu

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 308 NO SENSOR

    Sesuatu dalam diri Zen seperti menyala. Perlahan membakar semangatnya. Rintihan kesakitan Valin dan kebingungan Sylus membuat dia seperti terpacu untuk bergerak.Seluruh otot dan saraf di tubuhnya meregang. Merespon keinginan kuat Zen untuk bisa berdiri tanpa bantuan apapun. Dia menyeret kakinya. Coba menggerakkannya. Meski kemudian rasa sakit menyengat tulang belakang Zen.Tidak! Dia tidak mau menyerah. Kali ini mencoba sebelah kakinya yang lain. Rasanya sama nyerinya. Keringat bercucuran di sekujur raganya. Zen bertekad memaksa dirinya sampai ke batas maksimal. Dia harus sembuh. Dia yakin juga mampu.Di sana, di ambang pintu ada Valin yang mengerang menahan sakit. Sylus jelas tak berani berbuat banyak selagi Zen ada di sana."Zen, dia sepertinya mau melahirkan."Teriakan Sylus membuat Zen mengetatkan rahang. Tangannya terkepal penuh tekad. Dia perlahan melangkah."Zen, sakit."Panggilan Valin membuat Zen makin terpacu."Tidak, Zen. Jangan dipaksa. Fatal akibatnya."Sylus bingung an

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 307

    "Yang di Valley of Death sudah dimusnahkan. Mereka malah nyusul kemari. Cari mati mereka!"Mark menggeram penuh kemarahan. Dia dan yang lain sedang berada di depan ruang operasi. Tembakan tadi menembus leher Kian. Urat nadi di lehernya terkoyak. Para dokter di dalam sana sedang bertarung dengan waktu juga takdir Kian."Tenang saja. Orang-orang kita pasti akan segera menangkapnya." Shane membalas sambil menoleh ke arah Jody yang menangis dalam pelukan Ivone."Kita akan membuat mereka membayar sepuluh kali lipat." Mark tampak emosi sekali.Kian itu paling jarang terluka. Karena dia memang tidak dinas di lapangan. Fokus Kian adalah menghandle urusan administrasi. Tapi sekalinya terluka sampai membuat semua orang panik. Untung saja kejadian tadi tepat di parkiran rumah sakit. Hingga cepat dapat penanganan. Jika tidak, nyawa Kian bisa saja tak tertolong."Bagaimana keadaannya?" Lexi bertanya sambil mengedikkan kepala.Mark dan Shane pilih menyingkir ketika mereka kedatangan Lexi dan Caleb

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 97 TIDAK BISA LARI

    Valin tersentak ketika rasa pegal menyerang lehernya. Selain itu dia juga merasa pusing. Ketika dia bangun, dia dapati dirinya terbaring di sebuah ranjang. Sementara Maria masih tidak sadarkan diri di sampingnya."Ria, Ria. Bangun." Valin mengguncang tubuh Maria.Gadis itu menggeliat sebelum membuk

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 99 DIBERESKAN

    "Jangan! Saya mohon jangan lakukan itu," Rud memohon dengan darah menetes di lantai. Harusnya dia langsung dilarikan ke rumah sakit. Lukanya harus ditangani, supaya darahnya berhenti keluar. Tapi siapa yang peduli.Bahkan Valin yang berada dalam pelukan Zen acuh pada keadaan Rud."Kenapa aku harus

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 91 BRENGSEK SEMUA

    "Dasar tidak berguna!"Chris menghabisi semua orang yang ia bawa ke tempat Zen hari itu. Dia benar-benar marah, kesal sampai ingin mengancurkan apa saja yang ada di hadapannya. Rencana yang dia susun sangat rapi, dipatahkan dengan mudah oleh Zen. Pria itu seolah sudah tahu rencananya. Hingga upaya

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 95 MAAF

    "Razen Archlight, uhuk!!""Diamlah!" Raung Zen penuh kemurkaan.Valin tersedak ketika Zen menenggelamkannya di kolam begitu mereka tiba di The Dream. Perempuan itu gelagapan kala Zen tak kunjung membiarkannya naik.Pria itu literally "memandikan" Valin dari segala kotoran yang menempel di tubuh san

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status