“Aku menyesal karena tidak jadi menikah dengan Lucien.”Bagi Elara, kata-kata itu seperti pisau yang perlahan mengiris sesuatu di dalam dadanya. Elara tahu dirinya adalah istri sah Lucien. Namun, ia benar-benar merasa seperti orang asing di rumahnya sendiri.Sepanjang siang itu, Nira masih berkeliaran di rumah. Wanita itu duduk santai di ruang tengah, menonton televisi, sesekali menelepon seseorang, bahkan sempat memesan makanan melalui aplikasi.Sementara itu, Elara memilih mengurung diri di dapur. Bukan karena ia ingin memasak. Ia hanya tidak ingin melihat wajah Nira lagi. Dapur menjadi satu-satunya tempat yang terasa aman baginya hari ini. Elara duduk di kursi kecil dekat meja dapur dengan semangkuk mie instan yang sudah hampir dingin di depannya. Biasanya ia jarang makan makanan seperti ini. Namun, hari ini ia bahkan tidak peduli. Selera makannya sebenarnya tidak ada.Elara hanya memaksa dirinya makan agar tidak merasa semakin lemah. Sendok di tangannya bergerak pelan. Namun, pik
Read more