Udara malam di atas kapal terasa lembap dan hangat.Lampu-lampu kristal yang menggantung di langit-langit ruang makan memantulkan cahaya keemasan ke seluruh ruangan, menciptakan suasana elegan yang hampir terasa seperti pesta kerajaan. Musik lembut dari orkestra kecil di sudut ruangan mengalun perlahan, mengisi setiap celah keheningan yang mungkin muncul di antara percakapan para tamu.Para anggota keluarga Vale duduk di meja-meja bundar yang tertata rapi. Suara tawa, denting gelas, dan obrolan ringan bercampur menjadi satu. Namun bagi Elara, semua itu terasa seperti panggung sandiwara yang melelahkan.Ia duduk di kursinya dengan punggung tegak, mencoba mempertahankan ekspresi tenang di wajahnya. Di sebelahnya, Lucien tampak menikmati makan malam dengan santai, seolah tidak ada hal aneh yang terjadi.Di seberang mereka, Nira masih menatap Elara dengan senyum yang terlalu manis untuk terasa tulus. “Semalam aku melihat Elara di sekitar kamar kru.”Lucien mengangkat alis. Tatapannya bera
Read more