“Apa maksudmu, Cassian?” Suara Elara tertahan di tenggorokan, namun cukup jelas untuk menghentikan langkah pria itu.Cassian yang semula sudah berbalik pergi akhirnya berhenti. Ia tidak langsung menoleh. Bahunya tetap menghadap koridor panjang kapal pesiar itu, sementara Elara berdiri beberapa langkah di belakangnya dengan napas yang sedikit tidak teratur.Angin laut berhembus pelan dari sisi terbuka dek, membawa aroma asin yang samar. Langit mulai berubah warna menuju senja, tetapi suasana di antara mereka terasa jauh dari tenang.Perlahan, Cassian menoleh. Tatapannya datar. Namun, ada sesuatu di sana—sesuatu yang membuat Elara semakin tidak nyaman.“Kamu tidak tahu?” balas Cassian ringan, seolah sedang membicarakan hal sepele.Elara mengerutkan kening. “Aku tidak tahu apa pun,” jawabnya jujur.Cassian menatapnya beberapa detik lebih lama, seakan sedang menimbang sesuatu. Lalu ia tersenyum tipis—senyum yang sulit diartikan, antara mengejek dan… menyayangkan.“Ya,” katanya akhirnya. “
Baca selengkapnya