Kalila memejamkan mata saat rasa geli menyerang bagian lehernya, dan mendapatkan pertanyaan seperti itu dia jadi bingung bagaimana menjawabnya. Beberapa saat tidak mendapat tanggapan, Erik mengangkat kepala, tatapannya teduh mengarah pada gadis itu dengan Sorot yang berbeda, dia benar-benar menginginkannya. Kalila meremas kaus yang dikenakan pria itu, saat usapan lembut jemari panas Erik menerpa setiap permukaan kulitnya. "Aku tidak akan melakukannya jika kau tidak suka," ucap Kalila yang kemudian terjeda, dan pergerakan Erik terhenti karenanya. "Apa itu kalimat darimu?" imbuh gadis itu. Erik menghela napas berat, kemudian mencari jemari Kalila untuk menggenggamnya, pria itu kembali menjatuhkan wajahnya pada ceruk leher gadis itu, dan dengan berat berkata. "Biarkan aku seperti ini, Kalila. Sebentaar saja," mohonnya. Dia sudah biasa menahan diri, dan untuk kali ini dia pun bisa menahannya lagi, meskipun sakit, selagi tidak menyakiti itu tidak masalah. Bagi Erik, Kalila adalah racu
Baca selengkapnya