Hot Brother

Hot Brother

last updateLast Updated : 2025-12-20
By:  ade annisaOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
18views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Erik Smith adalah sosok sempurna di mata banyak orang, tampan, berkuasa, dan dikagumi. Namun bagi Kalila, kakak angkatnya itu adalah ketakutan yang tak pernah bisa ia hindari. Bagi Kalila, Erik adalah alasan kenapa rumah tak pernah terasa aman. karena pria itu ...

View More

Chapter 1

Benda apa itu?

“Apa kau tahu ini benda apa?”

Kalila tengah menggosok rambutnya yang basah dengan handuk saat keluar dari kamar mandi, lalu terkejut mendapati sang kakak sudah berada di kamarnya.

“Kak Erik?” pekik gadis itu. Handuk di tangannya pun terjatuh.

“Kenapa benda ini ada di dalam tasmu?” Erik menunjukkan benda kecil terbungkus plastik berwarna merah di tangannya.

“I-itu bukan punya Lila, Kak,” sangkal gadis itu. Kalila tahu dari temannya bahwa itu adalah alat kontrasepsi. Ia tidak mengerti kenapa benda itu bisa berada di dalam tasnya.

“Bukan milikmu? Jadi ini milik teman priamu?” tanya Erik menuntut.

Dengan cepat Kalila menggelengkan kepala untuk menyangkal tuduhan itu. Ia mengatakan pada sang kakak bahwa ia tidak tahu mengapa benda tersebut bisa ada di sana.

Kalila memundurkan langkah saat Erik perlahan mendekatinya. Gadis itu mengenakan pakaian lengkap, meski hanya kaos dan celana pendek, namun tatapan tajam Erik seolah mampu menelanjanginya.

Erik kembali menunjukkan benda di tangannya, lalu tersenyum licik pada gadis itu. “Mau menggunakannya bersamaku?” tawarnya, membuat tubuh Kalila semakin kaku.

Kalila adalah putri angkat keluarga kaya yang hanya memiliki seorang putra bernama Erik. Pria tampan bermata elang yang saat ini menatapnya tanpa berkedip.

Dulu Kalila sangat menyukai Erik, sebelum sifat pria itu berubah ketika Kalila beranjak dewasa. Lila kecil selalu mendapat perhatian dari sang kakak. Namun, Lila yang dewasa justru membuat pria itu bersikap kurang ajar kepadanya.

Langkah Kalila terhenti saat punggungnya menabrak tembok. Erik semakin mendekat dan mencengkeram dagu gadis itu.

“Apa ada pria yang menggodamu di sekolah?” tanya Erik pelan, meski tetap membuat Kalila terkejut.

Gadis itu menggeleng. “Nggak! Nggak ada.”

“Bagus. Tidak ada seorang pun yang boleh menggodamu, karena kau adalah milikku.” Erik menyelipkan benda di tangannya ke saku kemeja yang ia kenakan, lalu pergi begitu saja, meninggalkan Kalila yang gemetar ketakutan.

Kalila jatuh terduduk. Ia takut, tapi juga menyukai kedekatan mereka. Wajah tampan Erik selalu membuat jantungnya berdetak hebat, entah karena rasa takutnya, atau justru karena dia sangat menyukai pria itu.

.

“Kok bisa?” tanya Hera, teman sebangkunya, saat Kalila bercerita ada kondom di dalam tas sekolahnya.

“Ya mana kutahu,” balas Kalila pelan. Di sekolah ini dia tidak punya banyak teman. Hanya Hera yang lumayan dekat karena duduk satu meja dengannya.

Hera menoleh ke sekeliling, lalu kembali menatap temannya. “Pasti ada orang suruhan  Brianna di kelas ini,” tuduhnya.

Brianna adalah salah satu gadis yang tidak menyukai Kalila, entah kenapa. Kalila juga tidak mengerti mengapa banyak gadis yang tidak menyukainya, padahal dia tidak melakukan apa-apa.

“Dia tahu hari ini ada razia. Pasti sengaja kemarin dia kasih jebakan.”

Kalila malas memikirkan hal semacam itu. Ia harus cepat merapikan buku-bukunya dan keluar dari kelas, karena Erik pasti sudah menunggunya.

Sang ibu memberi kabar bahwa ia tidak bisa menjemput. Wanita itu kemudian menghubungi Erik untuk menggantikannya.

Belum apa-apa jantung Kalila sudah berdebar. Membayangkan wajah Erik saja membuat dadanya memanas. Namun anehnya, ia malah tersenyum.

Kalila menggelengkan kepala. Dia pasti sudah gila, jelas-jelas Erik jahat kepadanya, kenapa dia harus menyukai pria itu.

"Hera, aku duluan," pamit Kalila dan langsung keluar dari kelasnya. Saat berlari, tidak sengaja dia menabrak seseorang.

"Berani-beraninya lo!"

"Brianna?"

***

Tolong jemput Kalila di sekolah ya, Sayang. Hari ini mami sedang sibuk.

Pesan itu kembali Erik baca saat duduk di balik meja kerjanya. Pria itu sedikit merenung.

Kalila yang akan dijodohkan dengan anak dari ayahnya itu membuat Erik merasa ketakutan, dia belum siap kehilangan gadis itu.

Selama dirinya masih hidup, dia tidak akan mau merelakan gadis itu bersanding dengan pria lain.

Hanya Erik yang boleh menyentuh tubuh Kalila, hanya pria itu yang pantas bersanding dengan gadis secantik Kalila.

Setidaknya itu yang selalu Erik rapalkan dalam hati. Sikapnya yang kejam terhadap siapa pun nyatanya membuat Kalila juga merasa takut.

Erik tidak mampu mengungkapkan isi hatinya, pria itu tidak mampu menggambarkan perasaan cintanya.

Sampai di area sekolah, Erik menelepon sang adik dan mengabarkan bahwa dia sudah berada di parkiran. "Aku tidak suka menunggu, cepatlah atau akan ada hukuman untukmu," ancam Erik pada sang adik yang sepertinya tengah berlari tergesa, dan pria itu mematikan sambungan teleponnya.

Tatapan Erik mengarah pada seorang gadis yang berlari menghampiri mobilnya. Rambut panjang yang berkibar-kibar juga wajah yang memerah karena terengah membuat wajah cantik Kalila terlihat begitu menggemaskan.

Kalila duduk di kursi sebelah kakaknya. Gadis itu masih mengatur napas saat pria di sebelahnya berkata.

"Telat satu menit dua puluh empat detik," ucapnya santai.

Kalila menoleh takut, dia kemudian menggeleng. "Maafin aku, Kak Erik. Aku janji akan lebih cepat lagi," ucapnya sedikit  masih terengah.

Erik tidak peduli. Ditangkupnya dagu Kalila dengan sebelah tangan, membuat wajah cantik gadis itu mendongak ke arahnya.

Pria itu mengernyit saat mendapati sedikit memar di ujung bibir Kalila, dia pun semakin mendekatkan wajah mereka.

Kalila yang ketakutan kemudian memejamkan mata. Dia menduga pasti sang kakak akan menciumnya dengan paksa seperti biasa.

"Ada apa dengan wajahmu?"

Pertanyaan Erik membuat kelopak mata Kalila kemudian terbuka. Dia sedikit tertegun.

"Ini."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status