"Apa-apaan," protes Kalila dengan memukulkan bantal pada tubuh pria itu yang sigap ditangkis oleh tangannya. "Aku benci saat Rania menatapku dengan pandangan yang cemburu, tapi sedikit terlihat lucu jadi aku biarkan saja, biar tau rasa," imbuhnya. "Lalu apa yang akan kau lakukan? membuatnya cemburu dengan terus mendekati Roy?" Pertanyaan Erik membuat Kalila berdecak sebal. "Tentu saja tidak," sangkalnya. "Aku ingin tahu apa tujuan mereka mendekati papi, aku tidak mau kebaikan papi dimanfaatkan oleh mereka," ucapnya khawatir. Sesaat Erik terdiam. "Papimu tidak sebodoh itu, Kalila. Kita lihat saja, siapa yang memanfaatkan siapa," ucapnya. Gadis di hadapannya itu mengerutkan dahi, dia tidak bisa membaca arti kalimat yang terlontar dari pria di hadapannya. "Maksudnya?" "Kau akan tahu nanti, aku lelah," ucap Erik dengan beranjak berdiri, melepas sendal yang ia kenakan kemudian naik ke atas ranjang, menarik tubuh Kalila untuk ikut merebahkan diri di sana. "Aku akan kembali ke kamarku.
Baca selengkapnya