Erik belum mau beranjak, pria itu masih berdiri mengamati Kalila yang tampak meracau tidak jelas, efek minuman juga kondisi tubuhnya yang kurang sehat membuat gadis itu terus bergumam. "Papiii," rintih Kalila dengan masih memejamkan mata. Erik mencondongkan tubuhnya, menarik selimut untuk menutupi tubuh Kalila, tatapannya lekat pada wajah cantik gadis di hadapannya. "Cepat sembuh, Kalila," ucap Erik dengan menegakkan tubuhnya, namun saat ingin melangkah pergi, gadis itu meraih jemarinya hingga membuat pria itu menoleh. "Kak Erik." Erik mengerjap terkejut mendengar panggilan gadis itu kepadanya. "Iya, Kalila," balasnya dengan sedikit mendekat. Kalila membuka kelopak matanya lemah. "Kak Erik, jangan pergi," pintanya entah sadar atau tidak. Erik tertegun, pria itu menelan ludah gusar, kemudian duduk di tepi ranjang dan mengusapkan buku jarinya pada pipi gadis itu, suhu tubuh Kalila tidak normal, keningnya yang hangat kontras dengan telapak tangan gadis itu yang teramat dingin, di
Read more