Roy yang berjalan sempoyongan dituntun oleh Rania memasuki sebuah kamar, dan sedikit melemparkan tubuh berat Roy hingga jatuh ke atas ranjang, wanita itu melepaskan sepatu juga kaus kaki dan menaikkannya ke atas kasur. "Beristrirahatlah, Roy. Aku pulang dulu," ucap Rania, kemudian beranjak berdiri dari duduknya di tepi ranjang, namun pria itu kemudian menangkap lengannya. "Jangan pergi, Kalila. Aku membutuhkanmu." Roy berucap parau, mendengar bukan nama dirinya yang disebut pria itu, tentu saja hati Rania merasa sakit, bukan dirinya yang diharapkan terus berada di samping Roy. "Aku bukan Kalila Roy!" Rania berucap kesal dengan menghentakkan lengannya hingga terlepas, gadis itu kemudian beranjak berdiri. "Pergilah, biarkan aku sendirian, pergi dan jangan pernah kembali!" Rania yang mendengar Roy terus mengoceh, tidak tega jika harus meninggalkannya begitu saja, dia pun kemudian berbalik. "Bahkan ayahku sendiri lebih memilih orang lain untuk dia cintai, aku adalah putra kandungn
Read more