"Kau sama seperti ibumu, lemah dan penyayang," ucapnya sungguh-sungguh, menyentuh puncak kepala gadis itu, dan mengusapnya dengan begitu lembut."Jangan pernah berpikir bahwa belasan tahun ini aku benar-benar melepasmu, Kalila. Bahkan aku tahu segalanya tentang dirimu," ungkapnya. Kalila bukan tidak percaya, dia tahu selama ini pria itu mengikuti pertumbuhannya, terbukti dari foto-foto yang ia dapati di dalam kamar, tapi kenapa pria itu tidak mau muncul dan menemuinya, Kalila sedikit kecewa. "Mulai sekarang, ikutlah dengan papi, Kalila. Tumbuh lah menjadi wanita yang kuat dan berkuasa." Mendengar itu Kalila menggeleng. "Aku tidak mau ikut bersamamu, aku ingin kembali dengan keluargaku sebelumnya, karena aku bahagia berada di sana.""Bukankah kau diperlakukan dengan buruk oleh kakak angkatmu?" Kalingga menegakkan tubuhnya, menatap gadis di hadapannya yang terlihat ketakutan, kalut juga tampak gemetaran, gadisnya tumbuh dengan rasa takut yang berlebihan. Kalila menggeleng. "Kak Erik
Last Updated : 2026-02-13 Read more