Pertanyaan Kalila membuat dua pria paruh baya yang sedang bercengkrama kemudian mengalihkan perhatiannya, Arlan berkata bahwa Erik masih tidur setelah minum obat, dan beberapa saat lagi baru boleh dilihat. Kalila mengerti, gadis itu kemudian pamit undur diri ke kamar mandi. Sesampainya di sana, Kalila membasuh wajahnya, terlalu banyak menangis membuat matanya sedikit sembab, hal itu dapat dilihat dari cermin besar di hadapannya. Selesai dengan urusannya di kamar mandi, Kalila keluar dari ruangan itu, dia menoleh saat seseorang juga keluar dari ruangan toilet pria di sebelahnya. "Hay, Kalila." pria itu menyapa. Kalila mengerutkan dahi, dia ingat pria di hadapannya ini adalah orang yang ia temui di rumah besar sang papi, tapi dia lupa siapa namanya. "Kau?" "Roy," balas pria tampan yang rapi dengan kemeja juga jas berwarna hitam yang pas di badan, pria itu kembali mengulurkan tangan. Kalila melirik tangan pria itu, namun tidak menyambutnya. "Kita pernah berkenalan sebelumnya," ucap
Last Updated : 2026-02-16 Read more