“Bolehkah aku pulang agak malam hari Sabtu nanti?”“Hm?”“Aku ingin ke tempat Dwi. Dia pandai memasak. Aku ingin belajar darinya, lalu memasakkan makanan untukmu.”Saga menatapnya lama, jelas ragu.Yeni langsung berkata,“…Kalau kamu tidak suka, aku tidak jadi pergi.”“Boleh.”Tanpa diduga, Saga langsung menyetujuinya.“Nanti masak makan malam di rumah.”“Baik.”Saga memeluknya, menatap mata Yeni yang melengkung lembut.Hidup bersama Saga terasa sederhana.Sarapan bersama.Ciuman perpisahan.Dan malam hari adalah waktu paling hangat—saat Yeni memasak untuknya dengan sungguh-sungguh.Awalnya hanya masakan rumahan, lalu hidangan yang semakin rumit, hingga akhirnya masakan Barat.Perlahan tapi pasti, semuanya berubah.Yeni juga merasakannya, hubungannya dengan Saga tidak lagi sama seperti dulu.Dulu, melihatnya saja sudah membuatnya gemetar. Kini… semuanya terasa jauh lebih tenang.Hari-hari seperti itu benar-benar terasa menyiksa.Kini, rasa takut itu sudah tidak ada. Ketegangan juga pe
Last Updated : 2026-02-26 Read more