Saga menyentuh pipi itu, merasa tak ingin mencuci wajahnya seumur hidup.Ia memeluknya erat, hatinya penuh kehangatan.Kini, cinta mereka tenang dan murni.Tidak lagi dipenuhi obsesi dan ekstremitas seperti dulu.Cinta yang mengalir perlahan, hangat setiap hari.Saga menyelimuti tubuh Yeni dengan mantelnya.“Kita lihat sebentar saja, lalu pulang. Kamu tidak boleh terlalu lama kena angin. Kalau kamu sakit lagi, siapa yang akan merawat putra kita?”Anak Yeni benar-benar dingin.Padahal usianya baru sembilan bulan, tapi sikapnya seperti orang tua berumur sembilan puluh tahun.Sungguh.Seharian penuh Yeni menggodanya, namun bocah itu hampir tidak pernah menunjukkan ekspresi apa pun.Karena Yeni tidak sadarkan diri setelah melahirkan, ia tidak punya kesempatan untuk menyusui. Saat akhirnya sadar, kondisinya sudah tidak memungkinkan.Paling-paling, saat diberi susu botol, jika
Last Updated : 2026-03-28 Read more