Lucy mendongak, pandangannya kabur, tapi masih bisa sedikit menekuri wajah pria itu. Pria itu, wajahnya begitu rupawan, juga familier. Rahangnya tegas, tatapan mata tajam, dan wajah bak pahatan dewa. "Paman Alex ..." Riko memanggilnya dengan cara yang akrab, dengan santai seolah tidak baru saja meneriaki Lucy dengan umpatan kasar. "Apa yang terjadi di sini?" suara dalam pria yang dipanggil Paman Alex itu disertai keheranan kecil, nadanya tajam. Riko buru-buru menarik lengan Lucy hingga gadis itu terpaksa berdiri. Lucy meringis merasakan cengkraman Riko yang menyakitinya. "Siapa gadis ini?" tanyanya sambil menatap Lucy. "Temanku di kampus," jawab Riko. Di sampingnya, Lucy dengan mata berkaca-kaca menggeleng. Tatapan mata pria bernama Alex itu menajam. "Kalau kau berniat mencelakai gadis ini, sebaiknya hentikan," ucap Alex, dagunya menunjuk pada Lucy. "Lepaskan dia." "Ini urusanku, Paman, tidak usah pedulikan," dengus Riko dengan senyum miring. "Lagipula, gadis ini tan
Última actualización : 2025-12-22 Leer más