Kecanggungan yang melanda Bambang pasca kejadian di ruang IT ternyata jauh lebih sulit disembunyikan daripada barisan kode rahasia mana pun. Di hari berikutnya, Ardi Pradana mulai merasakan ada "bug" dalam perilaku asisten setianya itu. Bambang, yang biasanya banyak bicara dan hobi bercanda, kini berubah menjadi pria yang sangat pendiam, kaku, dan selalu berkeringat dingin setiap kali berada di ruangan yang sama dengan Cindy atau Kresna. Siang itu, di dalam lift eksekutif, Ardi memperhatikan Bambang yang berdiri di pojok, menatap langit-langit lift seolah sedang menghitung baut di sana. Di samping Ardi, Cindy berdiri dengan tabletnya, membacakan agenda sore dengan suara yang sangat stabil dan profesional. "Bambang," panggil Ardi tiba-tiba. Bambang tersentak hingga kepalanya terantuk dinding lift. "Siap, Pak Ardi! Saya tidak lihat apa-apa, Pak! Sumpah!" Ardi mengernyitkan dahi. C
Dernière mise à jour : 2026-02-21 Read More