"Aku jelas sudah bilang ke dokter hanya ambil 400 cc, mana mungkin jadi 2.000 cc?" Mata Refal memerah. Dengan tidak percaya, dia berkata, "Kamu bohong padaku, pasti bohong!"Kemudian, dia tersenyum sinis dan bergumam pada dirinya sendiri, "Aku tahu sekarang, kamu bukan polisi sungguhan. Kamu pasti orang yang Maudy suruh untuk berpura-pura.""Dia bayar kamu berapa untuk sandiwara ini? Katakan, dia bayar kamu berapa? Berapa?"Richard menggeleng dan berkata, "Percaya atau nggak, inilah kenyataannya. Pak Refal, silakan ikut kami ke kantor polisi."Selesai berbicara, dia mengeluarkan borgol dari dadanya, bersiap menangkap Refal.Refal masih tidak percaya dan melawan dengan keras.Namun, kepala pelayan seolah-olah teringat sesuatu. Wajahnya langsung pucat pasi. "Mungkinkah itu ...."Refal terdiam. Matanya merah seakan-akan bisa meneteskan darah. "Apa Paman tahu sesuatu?"Richard juga segera menoleh ke arah kepala pelayan dan bertanya, "Apa yang kamu tahu?"Kepala pelayan mengatupkan bibir, l
อ่านเพิ่มเติม