Short
Suami yang Jahat, Ayah yang Buruk

Suami yang Jahat, Ayah yang Buruk

By:  AyusithaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah dijadikan bank darah oleh cinta pertama suamiku, aku sakit hingga meninggal di rumah kontrakan yang disedekahkan oleh suamiku yang merupakan konglomerat. Hari ini adalah hari ketiga setelah kematianku. Putraku yang berusia enam tahun akhirnya menyadari ada yang tidak beres. Dia bermain mainan dan jarinya terluka, aku tidak menenangkannya. Dia membuka biskuit dan menyuapkan makanan ke mulutku, aku tidak menghentikannya. Dia berbaring dalam pelukanku, mencengkeram bajuku dan memanggil pelan "Mama," aku juga tidak memberi respons. Dengan panik, dia menemukan ponselku dan menelepon suamiku yang konglomerat itu. "Papa, kenapa Mama masih tidur?" Pria itu malah mengirimkan sebuah foto dirinya sedang menyantap makan malam tahun baru bersama cinta pertamanya, lalu berkata dengan dingin, "Cuma tidur, bukan mati. Hari ini malam tahun baru, aku sangat sibuk." "Katakan pada ibu kamu yang nggak tahu diri itu, kalau dia sudah mau mengakui kesalahannya, baru datang mencariku." Telepon ditutup. Anak itu tertegun lama. Dia memungut biskuit terakhir di rumah dari tempat sampah, mematahkannya menjadi dua, lalu menyuapkannya ke mulutku. "Mama, kita juga makan."

View More

Chapter 1

Bab 1

Setelah dijadikan bank darah oleh cinta pertama suamiku, aku sakit hingga meninggal di rumah kontrakan yang disedekahkan oleh suamiku yang merupakan konglomerat.

Hari ini adalah hari ketiga setelah kematianku. Putraku yang berusia enam tahun akhirnya menyadari ada yang tidak beres.

Dia bermain mainan dan jarinya terluka, aku tidak menenangkannya. Dia membuka biskuit dan menyuapkan makanan ke mulutku, aku tidak menghentikannya. Dia berbaring dalam pelukanku, mencengkeram bajuku dan memanggil pelan "Mama," aku juga tidak memberi respons.

Dengan panik, dia menemukan ponselku dan menelepon suamiku yang konglomerat itu. "Papa, kenapa Mama masih tidur?"

Pria itu malah mengirimkan sebuah foto dirinya sedang menyantap makan malam tahun baru bersama cinta pertamanya, lalu berkata dengan dingin, "Cuma tidur, bukan mati. Hari ini malam tahun baru, aku sangat sibuk."

"Katakan pada ibu kamu yang nggak tahu diri itu, kalau dia sudah mau mengakui kesalahannya, baru datang mencariku."

Telepon ditutup. Anak itu tertegun lama.

Dia memungut biskuit terakhir di rumah dari tempat sampah, mematahkannya menjadi dua, lalu menyuapkannya ke mulutku. "Mama, kita juga makan."

Orang di atas ranjang tetap tidak bereaksi, tetapi anak itu sudah terbiasa. Dia meletakkan biskuit itu dengan hati-hati di samping bantal, lalu melahap setengah bagian yang menjadi miliknya.

Kemudian, dia meraba perutnya. Masih sangat lapar. Tanpa sadar, dia melirik biskuit yang tak tersentuh itu, lalu berjalan ke dapur seperti biasa, menuangkan semangkuk besar air dingin ke dalam gelas dan meneguknya.

Rohku melayang di udara. Melihat pemandangan ini, hatiku terasa nyeri. Apakah ini masih Kenny-ku yang dulu? Yang hanya terlambat makan sebentar saja sudah akan mengeluh kelaparan? Bagaimana mungkin baru tiga hari aku pergi, dia sudah menjadi seperti ini?

Ponsel tiba-tiba menyala, memperlihatkan wallpaper foto keluarga di layar utama. Di dalam ruangan yang hangat, Refal merangkulku yang masih mengantuk dan anak kami, tertawa lebar ke arah kamera. Wajah yang mirip 80% itu menampilkan keceriaan yang selalu ada.

Hari itu aku masih tidur. Refal membawa anak kami masuk dengan berjinjit, berbicara pelan, "Kenny, Mama tidur kebablasan lagi. Kita bangunkan dia sama-sama ya?"

Anak itu mengangguk, tersenyum seperti anak kucing nakal. "Oke, Pa."

Refal mengangkat alisnya, lalu mengeluarkan sebuah pena bulu yang indah dari belakang punggungnya, meletakkannya dengan pelan di ujung hidungku.

Satu kali, dua kali, sampai akhirnya aku tak tahan dan bersin, lalu duduk dengan kesal sambil mengambil bantal dan pura-pura hendak memukul. "Refal!"

Refal menarik anak kami ke depan tubuhnya, berkata dengan ekspresi memelas, "Kenny, cepat bantu Papa tahan Mama."

Kekacauan pun terjadi. Kenangan hangat itu membangkitkan ingatan anakku. Dia menatap bulu pena di dalam video dengan wajah berseri-seri. "Dulu Papa memang membangunkan Mama yang suka tidur kebablasan dengan cara ini ya?"

Dia meletakkan ponsel, lalu berlari kecil ke sisi ranjang. "Mama, Kenny tahu cara membangunkan Mama. Kenny mau kembali ke rumah lama untuk ambil pena bulu itu."

Melihat anakku berjalan pergi dengan penuh keyakinan, aku tertegun sejenak dan refleks ingin mengambil sepatu di lantai untuk memakaikannya padanya.

Namun, tangan yang kuulurkan malah menembus udara tanpa hambatan. Benar, aku lupa. Aku sudah mati. Aku tidak bisa lagi menjaga Kenny-ku.

Setelah keluar dari rumah, aku mengikuti anakku menuju rumah lama Keluarga Parham. Hari ini malam tahun baru. Di jalanan, di mana-mana terlihat kembang api dan petasan.

Bercampur dengan tawa riang keluarga yang berkumpul, keramaiannya membuat dada terasa sesak.

Di depan rumah lama Keluarga Parham yang megah, seorang pria tinggi dan tampan menemani seorang gadis berusia enam tahun bermain lempar bola salju di halaman.

Sesekali terdengar suara lembut pria itu. "Pelan-pelan, jangan sampai jatuh."

Saskia berdiri di samping. Matanya penuh senyuman puas.

Sungguh pemandangan keluarga bahagia yang rukun dan harmonis.

Anakku melihat pemandangan itu melalui pagar besi sambil berkedip. Dadanya terasa tidak nyaman. Dulu, Refal juga sering menemaninya bermain lempar bola salju setiap malam tahun baru.

Anakku mengangkat tangan untuk mengusap air mata, lalu berjinjit menekan bel pintu.

Tak lama kemudian, pintu dibuka. Yang membukanya bukan Refal, melainkan Saskia. Benar, itu Saskia.

"Kamu kenapa datang ke sini?" Begitu melihat anakku, senyuman di wajah wanita itu langsung membeku, digantikan oleh kewaspadaan yang pekat.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status