Aku berlari menaiki tangga sambil menggenggam kunci cadangan yang sudah lama kusiapkan.Sepanjang jalan, aku sudah memikirkan beragam cara untuk menebusnya, lalu menolaknya satu per satu dalam benak.Asalkan Bella mau keluar, aku akan langsung mendaftarkan pernikahan dengannya, memanggil dokter terbaik dunia untuk menyembuhkan kakinya, dan mengembalikan liontin giok serta gelang yang dia anggap berharga.Kunci masuk ke lubang dan berputar. Aku mendorong pintu perlahan, meletakkan kunci di meja dekat pintu, lalu berkata lembut, "Bella, keluarlah." Dengan penuh harap aku melanjutkan, "Asal kamu keluar, aku akan menyetujui apa pun."Di ruang tamu yang kosong, hanya suaraku yang bergema.Setelah waktu yang sangat lama, tetap tidak ada jawaban.Senyum di wajahku perlahan memudar, bibirku mengatup kencang, gerahamku gemeretak."Bella!" Suaraku mendadak meninggi. "Jangan paksa aku! Rumahnya terbakar ya sudah, aku nggak akan menyalahkanmu! Asalkan kamu kembali, kembali ke sisiku, apa pun akan
Magbasa pa