Blue duduk di kursi kerja kulit cokelat, mengenakan piyama biru tua dengan mata fokus pada layar laptop yang menampilkan deretan angka dan grafik. Di sebelahnya, tiga monitor tambahan menampilkan berbagai data pasar saham, laporan keuangan, dan proyeksi bisnis.Ruang kerja keluarga Willson itu masih terang benderang, padahal saat ini sudah menjelang tengah malam.Blue mengetik dengan cepat, sesekali berhenti untuk menganalisis data, membuat catatan di tablet di sampingnya, lalu kembali mengetik. Wajahnya serius, fokus penuh—atau setidaknya, mencoba untuk fokus penuh.Matanya sesekali melirik ke jam. Lalu ke ponsel yang tergeletak di meja. Lalu kembali ke laptop. Lalu ke jam lagi.KLIK.Suara pintu yang terbuka pelan membuat Blue mendongak. Stefhani masuk dengan langkah ringan, mengenakan piyama pasangan dengan Blue, rambut tergerai bebas di bahu. Ia tersenyum melihat suaminya yang masih terjaga di tengah malam."Aku tahu kamu pasti di sini," ucap Stefhani sambil menutup pintu di belak
Read more