Tiga tahun sudah, Stefhani berjuang sendirian di negeri orang. Bulan-bulan pertama, ia terpuruk. Menangis, jarang membersihkan diri sendiri dan malas makan.Setelah melewati stress berkepanjangan, Stefhani mulai bangkit. Terutama kala sadar, tabungannya semakin menipis. Ia mulai mencari pekerjaan.“Selamat datang di BlueVortex International.”Stefhani menatap kalung nametag-nya. Langkah awal yang bagus, meski diawali menjadi staf administrasi. Stefhani memulai tugasnya mendampingi karyawan senior.Lalu, suasana kantor yang nyaman itu mendadak sedikit ramai dengan suara bisik-bisik. Stefhani iku menoleh pada sosok yang baru datang. Lelaki tampan, tegap, dan memancarkan wibawa tanpa perlu banyak bicara.Langkahnya terukur dan tenang. Postur tingginya berjalan tanpa menoleh, satu tangan masuk ke saku celana, sementara yang lain menggenggam ponsel seolah dunia hanya angka dan jadwal.Dahi Stefhani berkerut dalam. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. Tidak seperti karyawan lain yang mema
Huling Na-update : 2025-12-26 Magbasa pa