Blue yang pertama kali membuka mata. Ia tersenyum, hatinya terasa penuh hingga hampir meledak. Akhirnya ia memiliki wanita di ranjangnya.Perlahan, agar tidak membangunkannya, Blue mengangkat tangannya dan dengan lembut menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah Stefhani. Jemarinya mengusap pipi istrinya yang lembut, turun ke rahang, lalu ke bibir yang sedikit bengkak.Stefhani bergerak sedikit, hidungnya berkedut. Matanya perlahan terbuka, masih sayu dan setengah tertutup. Ia berkedip beberapa kali, mencoba fokus. Ketika pandangannya akhirnya jelas dan bertemu dengan mata Blue yang menatapnya dengan penuh cinta, ia tersenyum kecil."Pagi..." bisiknya dengan suara serak khas bangun tidur.Blue menyeringai lebar. "Apa aku ada di surga?" ucapnya dengan nada dramatis yang dibuat-buat. "Aku melihat bidadari."Stefhani tertawa pelan, suaranya masih parau. "Blue Wilson, rayu-rayuan pagi-pagi? Serius?""Aku selalu serius soal istriku yang cantik." Blue mencondongkan tubuhnya lebih deka
Baca selengkapnya