Namun, baru saja suara Anisa sedikit tinggi, pundaknya langsung ditekan oleh sekuriti di belakangnya. Dia dipaksa untuk duduk di hadapan Jimmy.Jimmy menyandarkan sikunya di atas meja kerja. Nada bicaranya masih kedengaran datar. “Tentu saja kamu boleh nggak tanda tangan. Aku punya caraku sendiri. Kalau kamu nggak bisa meninggalkan Keluarga Hartono dan juga nggak bisa meninggalkan Joshua, kamu mesti persiapkan diri untuk menerima semua penderitaan. Mengenai hal ini, aku rasa kamu sudah sangat jelas sejak lima tahun lalu, ‘kan?”“Paman, aku merasa aku nggak melakukan kesalahan apa-apa! Sekarang, Joshua memerlukanku, makanya dia merekrutku kembali. Kalau terjadi sesuatu dengan perusahaan, semuanya juga karena Rachel! Aku tahu selama ini kamu punya akal sehat dan juga bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Jangan-jangan pada saat penting seperti ini, kamu masih saja mengingat masa lalu, bukannya mempertimbangkan Grup Hartono?”Tubuh Anisa ditekan, tetapi dia masih saja berbi
Read more