“Bu Anisa, mohon segera ikut aku kesana.”Saat orang di samping kembali mendesak, Anisa baru tersadar dari lamunannya dan mengiakan. “Aku akan segera ke sana. Kamu pergi sibuk sana.”Setelah orang itu pergi, Anisa segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Joshua. Hari ini, kebetulan Joshua sedang ada urusan di luar, tidak berada di perusahaan.“Joshua, gimana? Sekarang ayahmu datang ke perusahaan!”Baru saja ucapan Anisa tersebar kemari, Joshua juga merasa syok. Padahal dia sedang bertemu klien, ketika mendengar ucapan itu, dia pun tidak bisa duduk lagi. “Apa kamu yakin?”“Dia panggil aku ke ruangan presdir. Boleh nggak aku nggak ke sana ….” Anisa berbicara sembari mengambil tasnya berjalan keluar. Sekarang, Anisa bahkan bisa membayangkan reaksi anggota Keluarga Hartono.“Nisa, kamu jangan panik. Kalau Ayah ingin ketemu sama kamu, kamu ke sana saja. Dia lebih tahu batasan daripada ibuku. Dia nggak akan berbuat apa-apa sama kamu. Aku akan segera kembali ke perusahaan. Kamu yang sa
Baca selengkapnya