Baru saja ujung jari Rachel menyentuh kain tulle gaun putih itu, Lona sudah membawanya ke depan cermin dan memutarnya. Matanya seketika berbinar."Lihat betapa cocoknya model ini denganmu! Bahunya pas, pinggangnya akan lebih sempurna lagi kalau dikecilkan sedikit. Ngomong-ngomong, Bu Rachel, bisa nggak kamu bantu Nenek?" Begitu Rachel mengangguk, Lona menepuk-nepuk tangannya dengan lembut. "Cucu menantuku punya ukuran yang mirip denganmu, tapi dia agak pemalu. Coba lihat beberapa model ini. Kami sudah tua dan nggak yakin apa yang disukai anak muda. Kamu bantu kami tes pakai, ya. Supaya kami bisa lihat yang mana lebih cocok dengannya?"Giman menambahkan dengan lembut, "Benar, Bu Rachel. Kami sudah tua dan selera kami juga ketinggalan zaman. Kamu masih muda, juga punya selera yang bagus. Tolong bantu kami pilih, ya. Supaya kami nggak salah beli dan mengecewakan anak muda." Melihat tatapan penuh harap dari kedua lansia itu, Rachel menyetujuinya dengan lembut, "Kalian jangan berkata begi
Read more