Andreas langsung menyerah begitu mendengar hal itu. Dia berujar, "Kalau begitu, kamu saja yang tentukan. Lagian, mulai sekarang, kamu yang pegang kendali di keluarga ini.""Aku nggak ngerti apa yang kamu bicarakan! Aku ... nggak ingat lagi kejadian semalam ...."Wajah Listya makin merah dan dia memutuskan untuk menyangkal semuanya. Namun, baru saja dia selesai berbicara, seseorang memeluk pinggangnya dari belakang. Saking terkejut, Listya hampir membuang benda yang sedang dipegangnya."Andreas!""Nggak apa-apa. Meski kamu nggak ingat, aku ingat jelas." Andreas melangkah mendekat dari belakang, lalu meletakkan kedua tangannya di tepi meja dapur. Sambil menggesekkan hidungnya ke telinga Listya, dia berbisik dengan nada santai, "Semalam, kamu bilang mulai sekarang ... kamu mau aku peluk waktu tidur.""Aku mana ada ngomong begitu!" Listya tertegun sejenak, lalu segera menoleh dan berhadapan dengan wajah Andreas yang dipenuhi senyuman. "Bukannya tadi kamu bilang nggak ingat apa-apa?""Kamu
Leer más