[ Tapi pada akhirnya, semua ini adalah pilihanku sendiri. Nggak ada orang yang bisa kusalahkan. Apalagi, aku juga sembunyikan sebuah rahasia darimu. ][ Sebenarnya, kamu bukan satu-satunya wanita yang pernah bersamaku. Sebelum bertemu denganmu, aku pernah terlibat dalam hubungan satu malam. Kami bertemu di sebuah acara bisnis. Dia cantik dan lembut, juga berinisiatif mengundangku. Saat itu, aku masih muda dan bergairah. Di bawah pengaruh alkohol, aku pun menyerah pada godaan itu. ][ Tapi keesokan paginya, dia menghilang tanpa jejak. Aku nggak pernah tahu nama atau identitasnya. Kami juga nggak pernah berhubungan lagi setelah itu. Aku seharusnya akui hal ini sebelum kita menikah. Tapi karena egois dan takut kamu akan tinggalkan aku, aku pilih untuk merahasiakannya. ][ Beberapa bulan yang lalu, melalui sampel DNA yang kusimpan sebagai arsip di rumah sakit, aku temukan putri kandungku. Karena terlalu bersemangat, aku diam-diam pergi temui dia tanpa beri tahu kamu. ] [ Seperti ibunya, d
Read more