Seusai berbicara, Icha menepuk-nepuk bahu Listya. Keduanya saling bertukar pandang sebelum Icha meninggalkan studio rias. Howard telah mengikuti Icha dan Listya sepanjang jalan. Begitu memasuki mal, Icha langsung melihat sosok pria itu. Namun, ini juga tidak mengejutkannya. Howard bagaikan wartawan yang mencium aroma berita dan tidak mungkin berhenti menelusurinya. Kebetulan, dia juga ingin berbicara dengan Howard.Icha melangkah keluar dari studio rias dan langsung pergi ke area butik mewah yang menjual pakaian wanita di lantai dua. Howard ragu sejenak. Melihat Listya sedang merias wajah, dia pun terlebih dahulu mengikuti Icha.Icha mengunjungi beberapa butik, tetapi sikap pegawai butik terhadapnya sangat acuh tak acuh. Hal ini juga sangat normal. Yang dia kunjungi adalah butik barang mewah, sementara dia berpakaian sangat sederhana dan bahkan tidak membawa tas bermerek. Tentu saja tidak ada orang yang bersedia melayaninya.Icha hanya bisa berkeliling butik sendiri. Hanya saja, saat
اقرأ المزيد