“Selain itu, aku sudah membaca banyak proyek yang pernah ditangani Pak Howard, berbagai rencana pengelolaan, serta strategi-strategi reformasi besar perusahaan yang luar biasa. Sebenarnya, dengan kemampuan yang dimiliki Pak Howard, kamu sudah nggak perlu bergantung pada siapa pun lagi. Jadi, dengan kemampuan sehebat itu, apa Pak Howard benar-benar rela hanya menjadi tangan kanan Bu Mindy di Grup Zavian?” Ucapan itu dilontarkan Icha dari dalam lubuk hatinya.Icha benar-benar sangat membenci orang seperti Howard. Hanya saja, dalam soal pekerjaan, dia sungguh mengakui dan mengagumi kemampuan Howard. Tentu saja, Icha sengaja membual demi mengambil hati Howard.Sesuai dugaan, Howard tampak sangat menikmati pujian Icha terhadap dirinya. Sedikit sorot menggoda di matanya seketika berubah menjadi senyuman lembut. Dia melepaskan cubitan di pipi Icha, lalu terkekeh pelan. “Sepertinya kamu benar-benar memperhatikanku.”“Tentu saja ….”Tentu saja, mana mungkin Icha tidak perhatian terhadap musuhny
Read more