Sean melangkah maju dari belakang, sementara orang-orang di sampingnya juga bergerak untuk menghalangi jalan Mindy.Sean mengangguk pelan. "Saat ini, tentu saja nggak ada hal yang lebih penting dari membahas penyebab kematian ayah Rachel, 'kan?"Mindy langsung terdiam begitu mendengar ucapan Sean. Rachel juga memanfaatkan momen itu untuk melanjutkan, "Bu Mindy, aku datang untuk bahas soal ayahku. Aku juga sudah temukan sejumlah informasi dan ingin mendiskusikannya secara rinci denganmu. Gimanapun, tenggat waktu sepuluh hari itu sudah makin dekat. Ada beberapa hal yang perlu kutanyakan padamu."Mindy tertawa. "Kurasa, kita nggak perlu berkomunikasi. Lagian, sampai kebenarannya terungkap, aku nggak ingin berada di dekat keluarga orang yang dicurigai membunuh Vino.""Karena kita sama-sama mau temukan kebenarannya, sebaiknya kita kesampingkan dulu rasa permusuhan ini." Rachel menatap lurus ke mata Mindy dan tidak mau mengalah. "Soal percaya atau nggak, kamu boleh dengar dulu. Gimanapun, k
Read more