Pertanyaan jujur pria itu membuat Rachel terdiam. "Bukannya nggak suka. Hanya saja, sekarang kita ....""Aku nggak punya kebiasaan mengambil kembali barang yang sudah kuberikan," sela Sean. Suaranya tidak kuat, tetapi mengandung sedikit kedinginan."Kalau begitu ....""Kalau nggak suka, buang saja," tambah Sean. Nadanya datar, tetapi aura mengintimidasi dari seseorang yang sudah terbiasa memimpin sangat kuat."Kalau begitu, aku akan menerimanya. Cincin itu sangat indah, bahkan lebih berkilau daripada yang kulihat di pameran perhiasan sebelumnya. Terima kasih, Pak Sean. Aku sangat menyukainya. Tapi setelah terima hadiah semahal itu darimu, aku merasa harus membalasnya. Kalau boleh tahu, Pak Sean biasanya punya hobi apa? Aku juga mau memberimu hadiah balasan." Berhubung khawatir Sean akan merasa canggung, Rachel menambahkan, "Meski ini aliansi pernikahan, aku nggak mau selalu berutang budi padamu. Sedikit timbal balik akan membuat segalanya lebih nyaman." Anehnya, Sean tidak langsung m
Magbasa pa