"Celine, Ayah salah. Karena selalu anggap kamu masih kecil, kami sudah abaikan pilihanmu sendiri. Sekarang, kamu boleh tentukan pilihanmu sendiri. Kalau kamu masih mau bantu Rachel, aku nggak akan hentikan kamu," ujar Stanley.Celine menunduk. Dia tidak berani menatap mata ayahnya yang penuh makna, "Ayah, aku mengerti maksud Ayah .... Tapi kalau diberi pilihan, aku ... nggak mau tunduk pada orang yang menindas kita."Celine sudah kehilangan keyakinannya. Namun, Aisyah tiba-tiba meraih tangannya dan berkata, "Nggak masalah. Kalau kamu keberatan, kita nggak akan menunduk. Sebenarnya, keluarga kita juga nggak berkuasa lagi. Kalaupun mereka menjebak kita, memangnya kenapa?"Aisyah mengalihkan pandangannya ke arah Stanley dan melanjutkan, "Aku rasa yang putri kita katakan benar. Sekali berkompromi, kita harus kompromi seumur hidup. Kita sudah tua dan nggak ingin diancam siapa pun.""Ibu ...." Celine yang awalnya sudah bertekad bulat tiba-tiba merasa bersalah."Celine, lakukan saja apa maum
Baca selengkapnya