"Dulu, aku selalu cemas, takut, nggak percaya diri, juga nggak percaya sama orang lain. Aku nggak berani kejar apa yang kusukai, atau raih apa yang kuinginkan. Meski sesuatu masih bisa diperjuangkan, aku juga terbiasa merasa nggak berdaya.""Tapi, Andreas beri aku kekuatan yang luar biasa, begitu pula Rachel. Sekarang, aku mulai ngerti. Pemikiran yang sempit justru akan mengekang seseorang, sedangkan cinta sejati nggak perlu bentuk, juga nggak butuh batasan waktu ataupun belenggu. Meski cuma pernah memilikinya sesaat, aku juga nggak nyesal."Dulu, Listya takut dibenci teman-temannya, takut kekasihnya berubah hati. Jadi, dia selalu menunjukkan sikap keras dan defensif di hadapan orang luar. Kenyataannya, hati Listya sudah hancur lebur dan dia sama sekali tidak memiliki kekuatan. Sebenarnya, dia sendiri yang paling tidak mampu memikul beban dalam sebuah hubungan.Terkadang, orang yang paling takut terluka justru adalah orang yang paling mungkin melukai orang lain.Sekarang, karena dicin
Read more