“Rama, matamu tidak bisa melihat, lebih baik aku yang membantumu mencuci. Kalau bagian ini tidak dibersihkan dengan benar, nanti bisa menimbulkan bakteri.”Bibiku sedang berdiri sangat dekat denganku, pakaiannya sudah basah, menampilkan dengan samar siluet tubuhnya yang indah. Karena mengira aku tuli dan buta, ia berpakaian dengan sangat berani. Saat wanita cantik itu membungkuk, kerah bajunya sedikit terbuka, mata basahnya menatap ke arahku, dan seketika itu aku pun tertegun di tempat untuk sementara waktu.Dia tidak tahu bahwa sebenarnya aku sudah bisa melihat dan mendengar.….“Suamiku, cepat sedikit dong … baru beberapa menit sudah kehabisan tenaga. Aku masih belum puas .…” Dari dapur aku mendengar suara Bibi, disertai napas terengah.Aku sedang duduk di ruang tamu, mataku terpaku menatap ke arah dalam, tepatnya ke arah dapur. Di sana, Bibi sedang menunduk, tubuhnya bertumpu di meja dapur, sesekali kepalanya terangkat, wajahnya tampak kacau dan kehilangan kendali. Dan Paman berada
Read More