Short
Cinta Dalam Buta

Cinta Dalam Buta

作家:  Ungu完了
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10チャプター
6ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Gairah

POV Pria

Istri Muda

Psikopat

Dewasa 18+

Menggoda

Pendekatan / Hubungan ambigu

“Rama, matamu tidak bisa melihat, lebih baik aku yang membantumu mencuci. Kalau bagian ini tidak dibersihkan dengan benar, nanti bisa menimbulkan bakteri.” Bibiku sedang berdiri sangat dekat denganku, pakaiannya sudah basah, menampilkan dengan samar siluet tubuhnya yang indah. Karena mengira aku tuli dan buta, ia berpakaian dengan sangat berani. Saat wanita cantik itu membungkuk, kerah bajunya sedikit terbuka, mata basahnya menatap ke arahku, dan seketika itu aku pun tertegun di tempat untuk sementara waktu. Dia tidak tahu bahwa sebenarnya aku sudah bisa melihat dan mendengar.

もっと見る

第1話

Bab 1

“Rama, matamu tidak bisa melihat, lebih baik aku yang membantumu mencuci. Kalau bagian ini tidak dibersihkan dengan benar, nanti bisa menimbulkan bakteri.”

Bibiku sedang berdiri sangat dekat denganku, pakaiannya sudah basah, menampilkan dengan samar siluet tubuhnya yang indah. Karena mengira aku tuli dan buta, ia berpakaian dengan sangat berani. Saat wanita cantik itu membungkuk, kerah bajunya sedikit terbuka, mata basahnya menatap ke arahku, dan seketika itu aku pun tertegun di tempat untuk sementara waktu.

Dia tidak tahu bahwa sebenarnya aku sudah bisa melihat dan mendengar.

….

“Suamiku, cepat sedikit dong … baru beberapa menit sudah kehabisan tenaga. Aku masih belum puas .…” Dari dapur aku mendengar suara Bibi, disertai napas terengah.

Aku sedang duduk di ruang tamu, mataku terpaku menatap ke arah dalam, tepatnya ke arah dapur. Di sana, Bibi sedang menunduk, tubuhnya bertumpu di meja dapur, sesekali kepalanya terangkat, wajahnya tampak kacau dan kehilangan kendali. Dan Paman berada di belakangnya, bergerak dengan sekuat tenaga sampai pelipisnya dipenuhi keringat.

Tak lama kemudian, Bibi tampaknya tidak puas dengan ritmenya. Ia tiba-tiba berbalik dan mengambil alih kendali. Pinggangnya meliuk-liuk, dibarengi dengan erangannya yang semakin lepas dan tak tertahan. Buah dadanya yang montok berguncang mengikuti gerakannya. Ujung dadanya basah oleh keringat, memantulkan kilau lembap karenanya.

Pemandangan itu membuat tubuhku terasa panas. Darahku seperti mengalir deras ke bagian bawah sana. Namun aku hanya bisa menggertakkan gigi dan menahan diri, tak berani bergerak sedikit pun. Karena di mata mereka, aku masih anak cacat yang buta dan tuli.

Aku datang ke kota untuk berobat, dan untuk sementara aku menumpang tinggal di rumah Bibi dan Pamanku. Padahal sebenarnya, penglihatan dan pendengaranku sudah pulih sejak beberapa hari lalu.

Aku menyembunyikan semua itu dari semua orang karena di dorong oleh keegoisan hatiku sendiri. Aku diam-diam terobsesi dengan tubuh Bibi, tenggelam dalam kenikmatan mengintip kemesraannya dengan Paman di berbagai kesempatan. Aku suka memandangi tubuhnya yang ranum dan menggoda.

"Pertempuran" di dapur itu berakhir dengan tergesa-gesa, hanya dalam lima atau enam menit saja. Jelas Bibi masih belum puas.

“Kondisi tubuhmu sekarang makin lama makin tidak kuat. Sudah aku bilang jangan menyetir taksi terus, kamu tidak mau dengar. Kalau begini terus, berdiri saja nanti kamu tidak akan sanggup!” Ucap Bibi dengan nada penuh dengan keluhan.

“Aku menyetir kan demi cari uang! Kalau tidak cari uang, mau hidup dengan apa? Kamu itu cuma memikirkan hal-hal begituan saja! Kalau aku benar-benar sudah tidak bisa, apa kamu mau cari pria liar di luar sana?” Paman sepertinya tersentuh di titik paling sensitif, dia langsung marah setelah mendengar keluhan Bibi.

Keduanya bertengkar hebat tanpa henti. Pada akhirnya, Paman membanting pintu dan pergi begitu saja, meninggalkan Bibi sendirian menangis di kamar.

Beberapa hari setelah itu, rumah terasa sangat sepi. Paman tak pernah pulang. Saat aku melihatnya di rumah, ia sedang membereskan barang-barang sambil menelepon. Ia mengira aku buta dan tuli, jadi sama sekali tidak segan dengan perkataannya. Aku mendengarnya berkata bahwa ia akan memanfaatkan kesempatan mengemudi taksi jarak jauh untuk pergi ke luar kota menemui simpanannya.

Aku merasa hal itu tidak adil untuk Bibi. Aku sempat ragu apakah harus memberitahunya, tapi ternyata ia sendiri sudah mulai curiga. Namun Bibi tidak membuat keributan. Ia hanya diam-diam meletakkan kembali ponsel ke tempat semula, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Sejak hari itu, Bibi berubah. Dulu ia selalu berpakaian sopan di rumah, kini ia justru mengenakan gaun bertali tipis dan rok pendek setiap hari, sengaja berlalu-lalang di hadapanku. Sepasang kakinya yang jenjang dan pinggulnya yang berisi kerap membuatku hampir kehilangan kendali.

Akhirnya, di suatu hari aku tak sanggup lagi menahan diri. Saat Bibi keluar rumah, aku mencuri satu celana dalamnya dan menyelinap ke kamar mandi. Baru saja aku menurunkan celana, tiba-tiba terdengar suara tawa dan obrolan dari luar pintu. Bibi sudah pulang, dan dia tidak sendirian.

Aku yang panik, cepat-cepat merapikan pakaian, menyelipkan celana dalam itu ke dalam saku, lalu berpura-pura baru selesai dari toilet dan menekan tombol siram. Begitu aku membuka pintu, aku langsung melihat Bibi dan seorang pria muda sedang menempel di dinding ruang tamu, mereka berciuman panas.
もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

コメントはありません
10 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status