"Lepaskan!" pekik Aisha dengan ekspresi panik saat menarik kembali jarinya. Dia benar-benar merasa malu, sekaligus takut."Hhh!" Cakrawala malah memiringkan bibirnya, dia tersenyum dengan sinis."Apa yang kamu lakukan?" tanya pria itu saat dirinya refleks segera duduk."Ng-nggak ada," jawab Aisha yang masih terlihat gelagapan. Dia buru-buru menggeleng dengan cepat.Tubuh gadis itu bergetar hebat, dengan wajah yang telah memerah seperti tomat. Cakrawala pun tak kuasa menahan senyum, seraya memicingkan mata pada Aisha."Nggak ada, tapi kenapa harus sentuh-sentuh bibirku? Lampunya kamu nyalakan terang pula! Itu sangat mengganggu dan bikin tidur lelapku terbangun!""Em, iya, aku akan matikan lagi," sahut Aisha cepat, sambil berlari kecil ke arah saklar lampu dan segera mematikannya."Kenapa? Bibirku pasti seksi, 'kan? Kamu jadi tergoda dan nggak tahan untuk menyentuhnya," duga Cakrawala dengan penuh percaya diri, sambil menyentuh bibirnya yang kini berubah lembab."Mana ada, Pak?" Aisha l
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-25 อ่านเพิ่มเติม