"Eh, maksudku ...." Cakrawala mengusap tengkuk. Dia kebingungan dalam menyederhanakan maksudnya.Aisha masih bersedekap dengan wajah garang, ekspresi wanita itu menuntut sang suami untuk menjelaskan semuanya hingga tuntas."Kamu ... kamu memang seorang wanita dari dulu, tapi aku belum pernah lihat kamu sefeminin dan selucu ini dalam berpenampilan," jelas Cakrawala akhirnya, setelah melakukan pertimbangan yang mendalam."Hah?!" Aisha menajamkan tatap matanya pada Cakrawala, gadis itu menelisik ekslresi sang suami dengan teliti, memastikan bahwa penjelasan itu adalah yang sebenarnya."Apa benar begitu?" tanya Aisha, masih sedikit ragu."Ya, tentu saja," jawab Cakrawala jujur. "Aku nggak menyangka, ternyata kamu bisa, ya, dandan seperti ini. Aku kira, kamu hanya jago balapan saja. Ups!" Di akhir kalimat, Cakrawala menutup mulut, entah apa maksudnya. "Hei, apa maksudnya Anda menyebut balapan?" Aisha bertanya agak ketus. Menurut wanita itu, sang suami tak perlu membahas hal personal atas
Read more