"Jadi, tidak ada satu pun yang cocok, Dok."Kukuh meletakkan tumpukan kertas hasil cetakan di atas meja aluminium Lantai 41. Napasnya masih sedikit memburu setelah perjalanan dari kampus. Jas kerjanya sedikit kusut, tapi matanya menyala dengan intensitas yang tidak bisa disembunyikan.Dokter Harsha yang sedang duduk di balik meja kerjanya menegakkan punggung. "Sebanyak itu?""Saya sudah menyisir arsip digital dari empat belas negara," ucap Kukuh, menarik kursi dan duduk di hadapan gurunya. "India, Tibet, Mesir, Yunani, Aztec, Maya, Jepang, Tiongkok, Persia, Skandinavia, Aborigin, Sumeria, Polinesia, dan Ethiopia. Saya bandingkan simbol sayap dan tanduk di semua tradisi spiritual mereka."Dokter Harsha mengambil tumpukan kertas itu, membalik halaman pertama. "Dan hasilnya?""Nihil." Kukuh menggeleng pelan. "Tujuh belas sayap dengan satu mata tidak ada di pakem mana pun. Di Mesir, simbol sayap selalu berpasangan dengan mata Horus, tapi jumlah sayapnya tidak pernah lebih dari empat. Di A
Magbasa pa