Dua jam kemudian, mereka tiba di lereng kawah Gunung Lawu. Udara di sekitar mereka terasa sangat panas dan berbau belerang menyengat. Kabut putih kekuningan mengambang tebal di antara bebatuan cadas, menyulitkan pandangan."Di mana gua yang dimaksud, Dokter?" tanya Kukuh, matanya menyipit mencoba menembus kabut.Dokter Harsha menunjuk ke arah tebing curam di sebelah kiri mereka. "Di balik tirai uap belerang itu, Kuh. Aku bisa merasakan getaran energi murni Kyai Putih dari sini."Mereka berjalan hati-hati mendekati tebing. Begitu kabut mulai menipis, Kukuh melihat sebuah celah gua yang sempit, hanya cukup untuk satu orang masuk secara miring."Di sana," bisik Dokter Harsha.Namun, baru saja mereka melangkah mendekati mulut gua, sebuah suara mengerang parau terdengar dari dalam.Kukuh menghentikan langkahnya. "Ada seseorang di dalam!"Tanpa berpikir panjang, Kukuh melesat masuk ke dalam gua, diikuti oleh Pak Jaka dan Kyai Agus. Di dalam gua yang remang-remang, mereka melihat pemandangan
Read more