POV Arthur "Ar, waktu ijab qabul nanti jangan sampai kamu salah sebut nama maskawinnya lho... Ingat seperangkat alat sholat, bukan seperangkat alat tulis lho..." Bisik Kaidan mengingatkanku dengan wajah tengil itu. Semenjak dia tahu aku punya hubungan dengan Yuana, Kai jadi sering mengejekku. Awas aja kalau udah balik kerja, aku pasti akan bikin perhitungan dengannya "Gila kamu!! kamu pikir aku lagi main sekolah-sekolan?!" Umpatku kesal. Kai begitu cerewet hari ini. "Mana ada main sekolah-sekolahan? Kalau main rumah-rumahan iya, apalagi mainnya di kamar sambil...." Sahut Kaidan tanpa dosa. "Kaaaiii....! Aku potong gaji kamu tiga bulan!!" Ancamku padanya. "Ciee... Yang bentar lagi SAH... Kemarin katanya gak mau tapi sekarang mau diSAHin aja." Ledeknya lagi yang membuatku ingin membungkam mulut lemesnya itu. "Kai, kamu punya tali gak?" Tanya gue ke Kaidan. "Buat apa? Buat ngikat cinta kamu sama Yuana ya? Ciee... Yang sebentar lagi SAH, mainnya pakai tali aja, biar apa coba
Last Updated : 2026-02-15 Read more