Pagi itu, dengan memakai kebaya warna merah beserta bawahan batik dengan corak coklat tua, Yuana berdiri di ambang pintu kamar Bunda Vera. Mulutnya mengerucut dengan wajah yang sudah ditekuk macam pakaian kusut. "Bunda... Yuan sebenernya males lho pakai beginian, ribet!" Rengek Yuana bak anak kecil yang tidak suka dengan mainannya. Pagi itu adalah hari acara tujuh bulanan kehamilan Juleha, anak satu-satunya Bulek Prapti sekaligus sepupu Yuana dan Yudha. Hari bahagia untuk keluarga Bulek Prapti dan Paklek Yanto, tapi tidak untuk Yuana. Dia tidak suka menghadiri pesta seperti itu, apalagi hajatan keluarga seperti itu yang banyak dihadiri oleh kerabat dan para tetangga dekat. Pasti ujung-ujungnya akan ditanyai 'Kapan menikah?' Sungguh tidak enak terdengar di telinganya. "Sudah pakai saja, itu seragam buat para saudara katanya." Sahut Bunda Vera sembari menyematkan bros di dadanya sebagai hiasan kebaya. "Warnanya merah menyala, udah kayak cabe merah berjalan aja! Bisa milih w
Última atualização : 2026-01-10 Ler mais