Sasha terpaku, napasnya memburu saat menatap punggung William yang menjauh. Namun, sebelum pria itu benar-benar melewati ambang pintu, William berhenti. Ia berbalik, dan dalam sekejap, aura dominasi yang tadi sempat mengendur kini kembali menyergap dengan intensitas yang jauh lebih menyesakkan.William kembali mendekat. Kali ini, ia tidak berhenti sampai dada bidangnya bersentuhan dengan bahu Sasha. Ia mencengkeram pinggang Sasha, mengangkat tubuh wanita itu dengan satu gerakan kuat hingga Sasha terduduk di atas meja kerja, tepat di atas tumpukan dokumen yang seharusnya ia kerjakan.Tumpukan dokumen yang tadi tertata rapi kini berhamburan ke lantai, tersapu oleh gerakan kasar William yang mendudukkan Sasha di atas meja kayu ek yang dingin. Sasha terkesiap, tangannya secara insting bertumpu pada bahu William untuk mencari keseimbangan. Aroma sandalwood dan tembakau mahal dari tubuh pria itu mengepung indranya, menciptakan penjara tak kasatmata yang membuatnya sesak."William, apa yang
Read more