"Tak sadarkah selama ini kamu menyakitiku, Will? Aku tahu kamu sudah banyak sekali perubahan. Meski semua itu karena Arlan. Namun, Bu Lastri adalah orang yang berjasa bagiku. Dia merawat Arlan sejak kandungan, berjualan keripik demi bisa mencukupi kebutuhanku.”William bergeming, dia hanya fokus pada keluhan Sasha. Namun, tak ada reaksi apapun tentang keluhan William.William tetap membisu, membiarkan keheningan yang menyesakkan menyelimuti ruang di antara mereka. Sepasang matanya yang tajam tetap terpaku pada Sasha, bukan dengan tatapan penuh simpati, melainkan dengan ketenangan yang dingin, seolah setiap kata yang keluar dari mulut Sasha hanyalah data yang sedang ia proses, bukan jeritan hati.Sasha menyeka air mata yang jatuh di pipinya dengan kasar. "Kamu dengar aku, kan? Bu Lastri bukan sekadar pengasuh bagi Arlan. Dia adalah nyawa di rumah ini saat kamu sibuk dengan duniamu!"Mendengar itu, barulah ada sedikit pergerakan. William menghela napas panjang, sangat perlahan. Ia memp
Read more