Motor ojek yang dinaiki Lastri berhenti di depan gerbang tinggi berwarna hitam doff. Rumah di balik pagar itu tampak megah, berpilar putih dengan taman rapi dan suara gemericik air dari kolam kecil di samping teras. Lastri menarik napas panjang sebelum menurunkan tas jinjing berisi pakaian dan beberapa barang pribadi."Ya Allah, gede banget rumahnya...," gumam Lastri pelan, menatap kagum sekaligus gugup.Gerbang terbuka otomatis setelah satpam memberi izin. Tak lupa Lastri mengucapkan terima kasih setelah satpam itu mengantarnya sampai depan pintu utama. Dari dalam, seorang wanita paruh baya berjalan cepat menyambutnya. Wajahnya ramah, keriput halus di sekitar matanya memberi kesan keibuan."Nduk Lastri," sapanya hangat. "Lama ya tidak bertemu. Ayo masuk, Nduk. Dari tadi saya sudah nunggu."Lastri cepat mengangguk sopan. "Iya, Mbok Jiah. Mbok apa kabar?""Alhamdulillah, beginilah keadaan Mbok, sehat-sehat," jawabnya sambil membimbing Lastri mengikutinya ke dalam.Langkah Lastri mulai
Terakhir Diperbarui : 2026-01-21 Baca selengkapnya