Sedikit demi sedikit, pusaka itu berhasil masuk ke dalam lembah surgawi milik Lastri. Tenggelam dalam kehangatan sempit yang begitu menjepit."Ouhh... " Lastri kembali tersentak hebat saat merasakan pusaka itu mulai memenuhi lembah miliknya. Tubuhnya menegang, punggungnya melengkung ke atas, terangkat dari ranjang.Bukan rasa sakit, melainkan sengatan aneh yang begitu kuat pada inti lembah surgawinya, namun sengatan itu menjalar langsung ke seluruh saraf di tubuhnya.Ia belum pernah merasakannya, bahkan dengan Arman, suaminya. Rasa ini lebih dalam, lebih menekan, dan lebih membuatnya tak ingin berhenti untuk terus merasakan. Seperti zat adiktif yang terus membuatnya ketagihan.Ardan berhenti sejenak, tidak memaksakan lebih jauh untuk saat itu. Ia menatap Lastri lebih lama, ada ketegangan samar di balik sorot matanya. Namun, Ardan tak ingin menarik pusakanya keluar, justru membiarkan Lastri merasakannya lebih dulu sebelum pusaka itu benar-benar menghantam lebih dalam."Coba rasakan dul
Last Updated : 2026-05-11 Read more