“Uhhh–aaaah!” desah keduanya.Neil kembali berbisik. “Sayang, akan kupastikan kamu puas.”Lucy meneguk salivanya dan disambut oleh pagutan hangat. Lucy membalasnya, peluh menyatu menjadi satu. Neil, seperti orang kelaparan, membuat Lucy tidak berdaya dengan sentuhan panas yang mematikan.Neil mengganti posisi menyamping, saling berhadapan menekannya kuat-kuat. Menit berikutnya, Neil meminta Lucy menyamping membelakanginya. Neil mengangkat pahanya menekannya lebih kuat, lalu meremas pucuk bunga yang sedang mekar-mekarnya. Sementara bibirnya menggigit punggung Lucy.“Aaah!!” desah Lucy dan Neil.Menit berikutnya, Neil menarik tubuh Lucy dan naik ke pahanya. Neil menekan miliknya, Lucy memejamkan matanya. Dia benar-benar lelah. Namun, Neil tidak ingin memberinya waktu untuk istirahat. Di tengah-tengah kenikmatan yang memuncak itu, Neil berbisik pelan.“Bulan ini kamu sudah datang bulan?” tanya Neil.“Sudah, kenapa?” tanya Lucy. “Aaah.”“Tidak apa-apa. Kamu ada pakai KB?”“Tidak, aku lupa
Last Updated : 2026-01-15 Read more