Neil dan Kathy saling menatap. Antara ibu dan anak, tidak ada yang mau mengalah.“Pergi!” seru Neil menatap tajam Kathy.Katy mengepal tangannya, menatap tajam putranya. “Baik aku akan pergi. Namun, bukan berati aku kalah. Neil, cepat atau lambat kamu akan menyesalinya sudah mentangku.”Akhirnya Kathy memutar tubuhnya, melangkah pergi. Namun sebelum benar-benar menghilang di balik koridor, kakinya berhenti. Ia tidak menoleh."Kamu pasti akan menyesal, Neil. Suatu hari nanti, anak itu pasti membawa petaka."Kathy melanjutkan langkahnya, dan perlahan hilang dari pandangan Neil. Neil masih berdiri di tempatnya, ia mematung sejenak lalu memejamkan mata. Tangannya mengepal, setelah menarik napas Neil akhirnya membuka matanya lebar-lebar.Saat ia berbalik, sepasang mata kecil memperhatikannya dari balik pintu yang terbuka sedikit. Anak laki-laki itu berdiri diam, bibirnya terkatup rapat. Matanya berkaca-kaca. Neil menoleh. Mata mereka bertemu. Tatapan Neil berubah seketika, dari marah menja
Read more