Sarah muncul entah dari mana, rambutnya tergerai rapi, gaun ketatnya membalut tubuhnya dengan percaya diri. Ia langsung merapat ke sisi Harli, menggandeng lengannya manja.“Takut ya?” bisiknya sinis menatap Elena tajam.Michel ikut tersenyum mendengar itu. Tatapannya menyapu Elena dari atas ke bawah dengan terang-terangan.“Hmmm… kau salah, Sar,” ujarnya mengejek. “Elena kan gadis polos.”Kata polos ia ucapkan dengan penekanan yang membuat maknanya terdengar menghina.Elena mencoba tetap tenang. Ia ingin membalas, ingin mengatakan sesuatu.Namun tatapan Harli lebih dulu meliriknya tajam.“Masuklah cepat,” perintahnya dingin.Tak ada ruang untuk membantah.Elena hanya bisa menunduk dan mengikuti dua perawat memasuki ruang pemeriksaan ginekologi forensik.Begitu di dalam, Elena mengamati sekitar sesaat.Ruangan itu steril dengan ranjang pasien, lampu sorot medis, dan alat pemeriksaan tertata rapi di meja stainless.“Silakan berbaring,” ucap dokter wanita itu profesional.Elena menelan l
Read more