Elena berjalan cepat meninggalkan ruangan itu, hampir tersandung karena langkahnya terburu-buru.Paper bag di tangannya terasa jauh lebih berat dari sekadar berisi pakaian. Seolah ada sesuatu yang tak terlihat ikut terbawa bersamanya.Sementara itu, Miranda berdiri di ambang pintu, mengikuti kepergian Elena dengan tatapan sayu tatapan yang tidak pernah Michel lihat sebelumnya.Tidak penuh kebencian, tidak penuh intrik… melainkan sesuatu yang jauh lebih rumit.Di dalam ruangan, begitu pintu tertutup kembali dan Miranda masuk ruangan lagi, Hartono langsung membungkuk mendekat dan menatap istrinya tajam.“Apa yang kau lakukan, Miranda?” suaranya rendah, mengandung kecurigaan. “Kau bahkan membela Elena. Kau berbeda hari ini.”Miranda tersentak kecil, tapi wajahnya tetap tenang.“Aku hanya tidak ingin masalah semakin besar,” jawabnya pelan.“Tidak.” Hartono mendekat, suaranya mengeras. “Ada sesuatu yang kau sembunyikan.”Untuk sesaat, wajah Miranda pucat. Sangat pucat. Tapi, sebelum Harton
Read more