"Ih, ngidam apaan, sih!"Anya menatap kesal pada Leon."Ya itu, dari tadi pengen banyak makan ini dan itu.""Itu tuh bukan ngidam, masa gitu aja dibilang ngidam!"Anya masih kesal dengan Leon."Ya sudah." Leon enggan bertengkar dengan Anya. Leon memeluk Anya dan mengecup pucuk kepalanya dengan lembut."Kamu kenapa seneng banget ciumin kepala aku?" Anya protes."Kepala kamu wangi," ucap Leon, jujur."Ini shampoo yang dibeliin kamu.""Kalau gitu, aku bakalan stok shampoo itu dengan banyak.""Oke.Anya manggut-manggut.Anya dan Leon sangat random, mereka selalu membicarakan banyak hal.Mulai dari ngidam, makanan, shampo, dan lainnya.Sungguh mereka sangat random, dan terkadang mereka juga seperti anak remaja yang sering bertengkar hanya karena hal sepele. Ya maklumi saja mereka memang seperti itu.**Di tempat lain.Bima terkena omelan dari ibunya, Tina. Bima diharuskan membawa Anya dalam waktu seminggu. Namun, Bima belum mampu."Dasar anak bodoh!"Tina menghina anaknya sendiri, bahkan
Read more