Anya memukul pelan lengan pria yang ada disampingnya, pria yang saat ini sudah menjadi suaminya, Leon."Dasar mesum!" Leon tertawa kecil. Leon kembali mencium bibir Anya, bibir yang sudah menjadi candu baginya."Sayang, terima kasih, aku sangat bahagia." Anya meneteskan air matanya.Leon segera mengusap air mata itu. "Di hari bahagia, nggak boleh nangis.""Baiklah!" Anya menahan air matanya lagi yang hampir membasahi pipinya.Leon benar. Hari bahagia tidak boleh menangis. Anya harus bahagia, walaupun pernikahannya tidak dihadiri oleh keluarganya.Namun, Anya senang dengan pernikahannya yang berjalan lancar dan tidak ada ganguan dari manapun.Akan tetapi, Anya tidak tahu setelah ini apa yang akan terjadi.Anya selalu berdoa supaya pernikahannya dengan Leon berjalan lancar, dan tidak ada perkelahian, atau tembak menembak.Anya masih takut dengan suara tembakan, apa lagi saat ini Anya sedang mengandung, Anya tidak ingin anaknya kenapa-napa yang ada didalam kandungannya.***Hari bergant
Read more