LOGINSeperti jatuh lalu tertimpa tangga, Anya tidak mengerti mengapa hidupnya selalu banyak ujian. Baru saja ia melunasi hutang sang ibu, kini ia harus melunasi hutang kakaknya. Tidak hanya melunasi hutang saja, Anya menjadi tawanan Mafia kejam, ia harus tinggal bersama sang Mafia dan selalu dalam pengawasannya sampai hutang itu benar-benar lunas. Mampukah Anya terbebas dari tawanan sang Mafia?
View MoreSebulan berlalu. Setelah Leon melihat musuh bebuyutan masih hidup. Leon sudah tidak mendengar kabar dan melihat apapun lagi.Namun, Leon tetap waspada dengan sekitarnya. Leon tidak ingin keluarganya menjadi sasaran dari musuh bebuyutannya lagi.Leon ingin melindungi keluarganya, dan membahagiakan keluarganya."Sayang, lama banget dandannya?" Leon langsung memeluk tubuh Anya dari belakang. Saat ini posisi Anya sedang berdiri didepan cermin besar."Sebentar lagi, karena ini adalah ulang tahun Tasya, aku harus cantik," ucap Anya."Cantik kamu hanya untukku!""Iya sayang."Leon masih saja posesif. Leon tidak memperbolehkan Anya terlalu cantik jika keluar rumah."Mama, ayo!" Nathalie masuk ke kamar."Iya sebentar."Leon langsung melepaskan pelukannya dan membiarkan Anya memilih tas yang akan dibawa. Leon pergi mengambil handphone yang ada di atas meja rias."Papa, di bawah ada Om Rehan," kata Nathan yang baru saja masuk ke kamar orang tuanya."Oke." Leon melangkah keluar."Yeay, ada Om Re
"Sebentar lagi makan," jawab Leon dengan senyuman.Tangan Leon mengusap-usap kepala Anya, dan Anya mengangguk tanpa banyak pertanyaan.Sesekali Nathan menatap Leon, Nathan yakin jika Leon sedang memikirkan kejadian tadi, tapi Nathan tidak ingin banyak bicara.Walaupun Leon tidak meminta Nathan untuk tutup mulut tentang kejadian tadi, tapi Nathan tidak mudah membicarakan apapun pada orang-orang. Nathan mampu menyembunyikan rahasia."Papa, terima kasih, makanannya enak sekali!" Sudah cukup banyak Nathalie mencicipi menu makan malam."Sama-sama." Leon tersenyum manis.Leon senang saat mengetahui Nathalie menyukai makanan yang ada di restoran tersebut. Leon pastinya akan memberikan makanan yang lezat dan bergizi untuk istri dan anak-anaknya.Handphone Leon berdering, ada panggilan masuk, dan Leon meminta izin untuk menjawab telepon itu.Anya mengizinkan. Leon bangun dari duduknya dan menjauh dari meja untuk menjawab panggilan itu, dan Anya tidak menaruh kecurigaan apapun pada Leon."Janga
Pukul 7 malam. Leon, Anya, Nathan, dan Nathalie makan malam di luar.Leon melakukan reservasi makan malam di restoran mewah yang ada di kotanya. Leon tentunya akan menuruti keinginan istri, dan anak-anaknya.Walaupun hari ini Leon pulang agak terlambat, tapi Leon sudah melakukan reservasi sebelum pulang ke rumah, dan pastinya Leon akan selalu mendapatkan apa yang diinginkan."Terima kasih, Papa!" Nathalie sangat senang."Sama-sama." Leon tersenyum.Leon mengusap-usap kepala Nathalie dengan lembut, dan Nathan sibuk dengan iPad, Nathan sedang bermain game.Leon sudah memilih menu makan malam untuk keluarganya, kini mereka hanya bisa menunggu hidangan disajikan di atas meja.Anya dan Leon saling menatap satu sama lain. Anya tersenyum lebar dan sangat bahagia, begitu pula dengan Leon.Setiap hari mereka merasakan kebahagiaan yang tiada henti. Namun, ada ketakutan yang Anya pendam.Anya takut apa? Entah, beberapa hari ini Anya mimpi buruk.Namun, Anya tidak cerita pada Leon. Anya takut jik
"Aku mau beli ramen, tadi katanya mau ramen.""Beli online aja." Anya tidak ingin ditinggal sendirian."Baiklah." Leon tidak memiliki pilihan lain.Anya tidak ingin ditinggal sendirian, dan Anya terlihat manja sekali."Selain ramen mau apa lagi?" Leon kembali bertanya dengan tangan yang masih menggenggam ponselnya."Aku mau pilih sendiri."Anya merebut handphone Leon, dan Leon tidak keberatan dengan itu, lagi pula Leon tidak pernah menyembunyikan apapun dari Anya, jadi Leon tidak pernah takut jika Anya merebut ponselnya."Aku mau ini, ini, ini." Anya memilih banyak menu makanan.Leon tidak mempedulikan itu karena yang terpenting Anya makan banyak sebelum melakukan operasi, karena kondisi Anya juga harus stabil sebelum melakukan pengangkatan rahim.Sejujurnya Leon sedih dengan hal ini, tapi Leon mencoba kuat didepan Anya. Leon tidak ingin membuat Anya sedih.Leon yakin setelah ini tidak akan ada hal apapun lagi. Leon akan selalu membuat Anya bahagia, Leon sangat mencintai Anya. Anya ad
"I...iya, Bos." Entah apa yang merasuki Anya, Anya memanggil pria menyeramkan itu bos. Leon tertawa dan tersenyum, walaupun gadis itu tidak melihat senyumannya, tapi masih bisa mendengar tawanya. "Bos? Oke, panggilan bagus!" Seperti memberikan senyuman pada sang kekasih, ia terus tersenyum dan per
"Kak, aku sudah siap, ayo kita..." Anya menghentikan langkahnya saat melihat banyak pria didalam rumah, pria dengan perawakan tinggi besar dan sangat menyeramkan. "Ka...kak Bima!" Anya terkejut saat melihat darah segar keluar dari hidung sang kakak. "A...Anya, pergi!" Bima meminta adiknya pergi da
Indah Dewinta. Ia adalah nama dari wali kelas kembar. Anya akan mengingat nama itu.Nama yang sudah membuat Anya kesal untuk pertama kalinya saat Anya menginjakkan kaki di sekolah elite. Sekolah elite yang menurut Anya tidak sesuai dengan namanya. Attitude wali kelas kembar benar-benar payah.Apaka
Seketika detak jantung Anya terasa terhenti saat Leon mengatakan 'akan menikahi ku karena aku mengandung anaknya?' sebenarnya apa yang sedang direncanakan Leon saat ini?Banyak sekali pertanyaan untuk Leon dari Anya, tapi Anya berusaha untuk tidak menanyakan semua itu."Leon, jangan bercanda!" Suar
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews